Teori Rangkaian Listrik
Hukum Ohm, hukum Kirchhoff, rangkaian seri-paralel, pembagi tegangan dan arus, serta ekuivalen Thévenin dan Norton sebagai fondasi analisis rangkaian elektronika.
2.1 Hukum Ohm
Hukum Ohm menyatakan hubungan linear antara tegangan ($V$), arus ($I$), dan hambatan ($R$) pada suatu resistor pada suhu konstan. Hukum ini adalah titik awal semua analisis rangkaian.
di mana $V$ dalam Volt (V), $I$ dalam Ampere (A), dan $R$ dalam Ohm (Ω). Hukum Ohm berlaku untuk resistor linier — grafik $V$ terhadap $I$ berupa garis lurus dengan kemiringan $R$.
Daya yang terdisipasi oleh resistor dapat dihitung dengan tiga bentuk ekuivalen yang semuanya diturunkan dari $P = VI$ dan Hukum Ohm:
2.2 Hukum Kirchhoff
Hukum Kirchhoff terdiri dari dua hukum konservasi yang menjadi fondasi analisis rangkaian apa pun, termasuk yang kompleks. Kedua hukum ini berlaku pada rangkaian dengan komponen apa pun — tidak terbatas pada resistor saja.
Hukum Arus Kirchhoff (KCL)
KCL menyatakan bahwa jumlah aljabar semua arus yang masuk ke sebuah simpul (node) sama dengan nol. Secara fisik, ini adalah konsekuensi dari kekekalan muatan — muatan tidak dapat terakumulasi di sebuah titik penghubung.
Dengan konvensi: arus masuk simpul bertanda positif, arus keluar simpul bertanda negatif. Pada gambar di atas: $I_1 + I_2 - I_3 - I_4 = 0$, atau ekuivalen $I_1 + I_2 = I_3 + I_4$.
Hukum Tegangan Kirchhoff (KVL)
KVL menyatakan bahwa jumlah aljabar semua tegangan sepanjang sebuah loop (lintasan tertutup) sama dengan nol. Secara fisik, ini adalah konsekuensi dari sifat konservatif medan listrik — energi yang diberikan sumber sama dengan energi yang diserap beban.
Dengan konvensi: tegangan naik (dari − ke +) bertanda positif, tegangan turun (dari + ke −) bertanda negatif. Pada gambar: $+V_s - V_1 - V_2 - V_3 = 0$, atau ekuivalen $V_s = V_1 + V_2 + V_3$. Tegangan sumber naik (positif), tegangan resistor turun (negatif) karena arus mengalir dari + ke −.
2.3 Rangkaian Resistor: Seri dan Paralel
Rangkaian Seri
Pada rangkaian seri, arus yang mengalir melalui setiap resistor sama (dari KCL — tidak ada simpul percabangan). Tegangan total terbagi di antara resistor (dari KVL). Menggabungkan KVL dengan Hukum Ohm untuk tiap resistor:
Rangkaian Paralel
Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap resistor sama (dari KVL — semua bercabang antara dua node yang sama). Arus total terbagi (dari KCL di setiap node). Menggabungkan KCL dengan Hukum Ohm:
Untuk dua resistor paralel, rumus sederhananya:
2.4 Pembagi Tegangan dan Pembagi Arus
Pembagi Tegangan (Voltage Divider)
Pembagi tegangan adalah salah satu rangkaian paling penting dalam elektronika. Dua resistor seri membentuk pembagi yang menghasilkan tegangan keluaran proporsional terhadap tegangan masukan.
Tegangan keluaran diambil pada titik antara $R_1$ dan $R_2$. Perhatikan bahwa $V_{out}$ selalu lebih kecil dari $V_{in}$ (karena $R_2 < R_1 + R_2$). Pembagi tegangan digunakan di mana-mana: jaringan bias transistor, pembaca sensor, referensi tegangan.
Pembagi Arus (Current Divider)
Pada rangkaian paralel, arus total terbagi di antara cabang-cabang. Pembagi arus memberikan rumus cepat untuk menghitung arus di masing-masing cabang.
Perhatikan pola kebalikannya: arus pada suatu cabang berbanding lurus dengan hambatan cabang lainnya. Cabang dengan hambatan lebih kecil mendapat arus lebih besar. Ini konsisten dengan intuisi — arus "lebih memilih" jalur dengan hambatan lebih rendah.
Untuk rangkaian dengan $n$ cabang paralel, rumus umum pembagi arus:
Artinya, arus di cabang ke-$k$ berbanding lurus dengan konduktansi ($G = 1/R$) cabang tersebut terhadap total konduktansi. Ini menegaskan lagi: semakin kecil hambatan, semakin besar konduktansi, semakin besar arus.
2.5 Ekuivalen Thévenin
Teorema Thévenin menyatakan bahwa rangkaian linear dua terminal apa pun dapat disederhanakan menjadi rangkaian ekuivalen yang terdiri dari satu sumber tegangan $V_{th}$ berseri dengan satu hambatan $R_{th}$. Ini adalah alat paling kuat untuk menganalisis efek suatu beban pada rangkaian yang kompleks.
Langkah Menentukan Ekuivalen Thévenin
- Lepaskan beban dari terminal a-b (buka rangkaian di titik tersebut).
- Hitung $V_{th}$: tegangan open-circuit di antara terminal a-b. Gunakan KVL/KCL, pembagi tegangan, atau metode lainnya pada rangkaian tanpa beban.
- Matikan semua sumber independen: sumber tegangan diganti short-circuit (kawat), sumber arus diganti open-circuit (putus).
- Hitung $R_{th}$: hambatan ekuivalen yang "dilihat dari" terminal a-b pada rangkaian yang sudah dimatikan sumbernya. Gunakan aturan seri-paralel.
2.6 Ekuivalen Norton
Teorema Norton adalah dual dari Thévenin: rangkaian linear dua terminal apa pun dapat disederhanakan menjadi satu sumber arus $I_N$ yang diparalelkan dengan satu hambatan $R_N$.
Langkah Menentukan Ekuivalen Norton
- Hubungkan short-circuit di antara terminal a-b.
- Hitung $I_N$: arus yang mengalir melalui short-circuit tersebut (dari a ke b). Gunakan KVL/KCL pada rangkaian asli dengan a-b dihubung singkat.
- Matikan semua sumber independen (sama seperti langkah Thévenin).
- Hitung $R_N$: hambatan ekuivalen yang dilihat dari terminal a-b. $R_N = R_{th}$ — nilainya sama.
Konversi Thévenin ↔ Norton
Kedua ekuivalen sepenuhnya saling menggantikan. Pilih mana yang lebih mudah dihitung: jika rangkaian asli lebih mudah dianalisis saat open-circuit, gunakan Thévenin; jika lebih mudah saat short-circuit, gunakan Norton. Sering kali Thévenin lebih intuitif.
2.7 Contoh Soal
$$12 - 2I_1 - 4I_2 = 0 \quad \Rightarrow \quad 2I_1 + 4I_2 = 12$$
$$4I_2 - 6I_3 = 0 \quad \Rightarrow \quad I_3 = \frac{2}{3}I_2$$
$$I_1 = I_2 + \frac{2}{3}I_2 = \frac{5}{3}I_2$$ $$2\left(\frac{5}{3}I_2\right) + 4I_2 = 12 \quad \Rightarrow \quad \frac{10}{3}I_2 + 4I_2 = 12$$ $$\frac{22}{3}I_2 = 12 \quad \Rightarrow \quad I_2 = \frac{36}{22} = \frac{18}{11} \approx 1{,}636\text{ A}$$
$$I_3 = \frac{2}{3} \times \frac{18}{11} = \frac{12}{11} \approx 1{,}091\text{ A}$$ $$I_1 = \frac{5}{3} \times \frac{18}{11} = \frac{30}{11} \approx 2{,}727\text{ A}$$
Saat a-b terbuka, tidak ada arus melalui $12\ \Omega$, sehingga $6\ \Omega$ dan $12\ \Omega$ membentuk pembagi tegangan:
$$V_{th} = V_{ab} = 32 \times \frac{12}{6 + 12} = 32 \times \frac{12}{18} = \frac{384}{18} \approx 21{,}33\text{ V}$$
Sumber 32V diganti short-circuit. Dilihat dari a-b, $6\ \Omega$ dan $12\ \Omega$ terparalel:
$$R_{th} = \frac{6 \times 12}{6 + 12} = \frac{72}{18} = 4\ \Omega$$
$$I_L = \frac{V_{th}}{R_{th} + R_L} = \frac{21{,}33}{4 + 5} = \frac{21{,}33}{9} \approx 2{,}37\text{ A}$$
Saat a-b dihubung singkat, $12\ \Omega$ diparalelkan dengan short (0 Ω), sehingga seluruh arus mengalir melalui short. $6\ \Omega$ dan $12\ \Omega$ sekarang seri (total $18\ \Omega$):
$$I_N = \frac{V_s}{R_1 + R_2} = \frac{32}{6 + 12} = \frac{32}{18} \approx 1{,}778\text{ A}$$
$$V_{th} = I_N \times R_N = 1{,}778 \times 4 = 7{,}11 \approx 21{,}33\text{ V} \quad \checkmark$$
$$V_{out} = 9 \times \frac{10}{10 + 10} = 9 \times 0{,}5 = 4{,}5\text{ V}$$
$R_L$ memparalelkan $R_2$, sehingga $R_2$ efektif menjadi:
$$R_{2,\text{eff}} = \frac{10 \times 10}{10 + 10} = 5\text{ k}\Omega$$ $$V_{out} = 9 \times \frac{5}{10 + 5} = 9 \times \frac{1}{3} = 3\text{ V}$$
$$I = \frac{V}{R} = \frac{5}{220} \approx 22{,}73\text{ mA}$$
$$P = VI = 5 \times 0{,}02273 \approx 0{,}1136\text{ W} = 113{,}6\text{ mW}$$ $$P = I^2 R = (0{,}02273)^2 \times 220 \approx 0{,}1136\text{ W} \quad \checkmark$$ $$P = \frac{V^2}{R} = \frac{25}{220} \approx 0{,}1136\text{ W} \quad \checkmark$$
$$W = P \times t = 0{,}1136 \times 3600 = 409{,}1\text{ J}$$ Atau dalam satuan lebih praktis: $W = 0{,}1136\text{ Wh} \approx 0{,}114\text{ Wh}$.
Total hambatan $R_{total} = 220 + 10 = 230\ \Omega$. Arus baru:
$$I' = \frac{5}{230} \approx 21{,}74\text{ mA}$$ Jatuh tegangan pada resistor beban:
$$V_R = I' \times R = 0{,}02174 \times 220 \approx 4{,}78\text{ V}$$ Jatuh tegangan pada resistansi internal:
$$V_{rs} = I' \times r_s = 0{,}02174 \times 10 \approx 0{,}22\text{ V}$$ Verifikasi KVL: $V_{rs} + V_R = 0{,}22 + 4{,}78 = 5{,}00\text{ V}$ ✓
$$R_{23} = \frac{6 \times 12}{6 + 12} = \frac{72}{18} = 4\ \Omega$$ Total seri: $R_{total} = R_1 + R_{23} + R_4 = 4 + 4 + 8 = 16\ \Omega$
$$I = \frac{V_s}{R_{total}} = \frac{24}{16} = 1{,}5\text{ A}$$
$$V_{R1} = I \times R_1 = 1{,}5 \times 4 = 6\text{ V}$$ $$V_{R23} = I \times R_{23} = 1{,}5 \times 4 = 6\text{ V}$$ $$V_{R4} = I \times R_4 = 1{,}5 \times 8 = 12\text{ V}$$ Verifikasi KVL: $6 + 6 + 12 = 24\text{ V}$ ✓
$$I_2 = I \times \frac{R_3}{R_2 + R_3} = 1{,}5 \times \frac{12}{6 + 12} = 1{,}5 \times \frac{2}{3} = 1{,}0\text{ A}$$ $$I_3 = I \times \frac{R_2}{R_2 + R_3} = 1{,}5 \times \frac{6}{18} = 0{,}5\text{ A}$$ Verifikasi KCL: $I_2 + I_3 = 1{,}0 + 0{,}5 = 1{,}5\text{ A} = I$ ✓
$$G_1 = \frac{1}{10} = 0{,}1\text{ S}, \qquad G_2 = \frac{1}{20} = 0{,}05\text{ S}, \qquad G_3 = \frac{1}{30} \approx 0{,}0333\text{ S}$$ $$G_{total} = 0{,}1 + 0{,}05 + 0{,}0333 = 0{,}1833\text{ S}$$
$$I_1 = 6 \times \frac{0{,}1}{0{,}1833} \approx 3{,}27\text{ A}$$ $$I_2 = 6 \times \frac{0{,}05}{0{,}1833} \approx 1{,}64\text{ A}$$ $$I_3 = 6 \times \frac{0{,}0333}{0{,}1833} \approx 1{,}09\text{ A}$$
$$I_1 + I_2 + I_3 = 3{,}27 + 1{,}64 + 1{,}09 = 6{,}00\text{ A} = I_{total} \quad \checkmark$$ Tegangan paralel: $V = I_1 R_1 = 3{,}27 \times 10 = 32{,}7\text{ V}$ ✓
Saat a-b terbuka, tidak ada arus melalui $R_3$. Arus loop tunggal $I$ mengalir melalui $V_1$-$R_1$-$R_2$-$V_2$.
KVL loop (searah jarum jam dari $V_1$):
$$+20 - 4I - 2I - 10 = 0 \quad \Rightarrow \quad 6I = 10 \quad \Rightarrow \quad I = \frac{10}{6} \approx 1{,}667\text{ A}$$
Ambil titik b sebagai referensi (ground, $V_b = 0$). Tegangan di titik a:
$$V_a = 20 - 4I = 20 - 4 \times \frac{10}{6} = 20 - \frac{40}{6} = 20 - 6{,}667 = 13{,}333\text{ V}$$ $$V_{th} = V_a - V_b = 13{,}333 - 0 = 13{,}333\text{ V}$$
Matikan kedua sumber: $V_1$ dan $V_2$ diganti short-circuit. Dilihat dari a-b:
$R_1 = 4\ \Omega$ terparalel dengan $R_2 = 2\ \Omega$:
$$R_{th} = \frac{4 \times 2}{4 + 2} = \frac{8}{6} \approx 1{,}333\ \Omega$$
$$I_L = \frac{V_{th}}{R_{th} + R_L} = \frac{13{,}333}{1{,}333 + 3} = \frac{13{,}333}{4{,}333} \approx 3{,}08\text{ A}$$
2.8 Pertanyaan Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menguji pemahaman Anda.